HARGA buku RP 58.500

Sinopsis

              Rumor mengenai Bapak seorang perompak menyebar ketika polisi datang ke Kampung Nelayan. Satu dua orang yang melihat kedatangan polisi tersebut mengikutinya. Ternyata menuju rumah Anak Pesisir. Polisi itu mengetuk pintu. Ibu yang membukanya. Mereka berbincang sejenak di luar, saling memperkenalkan nama. Mereka Erf dan Rafi. Mereka mengatakan bahwa Bapak menjadi salah satu tersangka pembajakan Kapal Taruna di Selat Malaka.
              Setelah kabar itu, Ibu banyak berbaring di atas kasur karena sakit. Sebagai anak lelaki tertua, Anak Pesisir pun harus bisa mandiri. Apalagi setelah Ibu tiada, hanya dia dan Anak Bayan, adiknya. Ia bersama Dira, temannya memutuskan menjadi guide pariwisata untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga.
               Jurnal Bapak yang Anak Pesisir temukan di gudang memberinya energi untuk terus belajar menjadi pelaut. Ia pun membuat rencana menemukan Bapak. Butuh waktu agar ia diizinkan melaut. Bahkan karena ketergesaannya ingin mencari Bapak dengan menjadi kelasi Kapal, ia sempat ditipu.
             Harapan bersemi kembali ketika Harry, kawan Bapak datang memberinya sebuah surat dari Bapak agar Anak Pesisir menjemputnya ke Mozambique. Harry juga merekomendasikan ia untuk ikut diklat gratis mengenai dasar keselamatan, pemadam kebakaran tingkat lanjut dan diklat kepedulian keamanan dari Dinas Perhubungan. Semuanya adalah ilmu dasar untuknya agar bisa bekerja di kapal.
             Sebuah perjalanan menanti di depan. Berbagai petualangan di laut ia alami, termasuk transit di sebuah pulau untuk membeli kebutuhan pokok kapal seperti bahan bakar dan juga konsumsi. Anak Pesisir bahkan bertemu dengan perompak Somalia!
             Hingga akhir perjalanannya ke Mozambique, Anak Pesisir tidak dapat berjumpa dengan Bapak. Satu hal yang ia ketahui, prasangkanya selama ini terjawab. Bapak tetap orang hebat dengan misinya yang luar biasa. Siapa sangka bahwa perjalanannya ini sudah dipersiapkan sebegitu rupa.
              Hidup harus berlanjut. Mimpi-mimpi yang belum terlaksana pun harus berusaha diraih dengan kesungguhan. Percaya pada Allah, yang akan memberikan kita takdir terbaik selama kita memohon pada-Nya dan bersungguh-sungguh dalam menggapai mimpi-mimpi tersebut. Selalu ada waktu terbaik dan kesempatan ada untuk orang yang siap.

TERIMA KASIH :)

Penerbit: PT Warta Mandiri Multimedia   

© Copyright Anak Pesisir, Pelaut, dan Perompak